Skip to main content
Program Doktor

Menelisik Kuasa Media Alternatif Difabel, Ikrima Nurfikria Resmi Sandang Gelar Doktor Komunikasi

By Januari 14, 2026No Comments2 min read

DEPOK,

Departemen Ilmu Komunikasi, Program Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia menyelenggarakan sidang Promosi Doktor pada Senin, 15 Desember 2025 pukul 10.00–12.00 WIB di Auditorium Juwono Sudarsono (AJS). Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Ricardi S. Adnan selaku Ketua Sidang. Tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Donna Asteria, M.Hum. sebagai promotor dan Dr. Irwansyah, M.A. sebagai ko-promotor. Tim penguji terdiri atas Titik Puji Rahayu, Ph.D., Dini Widinarsih, Ph.D., Dr. Nina Mutmainnah, M.Si., Dr. Endah Triastuti, M.Si., dan Dr. Ummi Salamah, M.Si.

Dalam sidang tersebut, Ikrima Nurfikria mempertahankan disertasinya yang berjudul “Partisipasi Media Alternatif Digital Difabilitas: Negosiasi Kuasa untuk Penguatan Demokratisasi Media di Indonesia.” Disertasi ini mengangkat partisipasi media alternatif difabel sebagai wujud perjuangan redistribusi kuasa dalam ruang media arus utama yang cenderung meminggirkan isu difabilitas.

Dengan pendekatan studi multikasus dan etnografi produksi media, penelitian ini menekankan bahwa partisipasi difabel dalam produksi media tidak sekadar representasi, tetapi menjadi praktik politik pengetahuan yang menantang bias karitatif dan ableistik di media mainstream. Disertasi ini juga menegaskan bahwa demokratisasi media tidak cukup dipahami sebagai jargon normatif, melainkan sebagai kerja politik yang menuntut keberpihakan nyata.

Dalam disertasinya, Ikrima menjelaskan media alternatif digital difabilitas berperan penting dalam mendistribusikan ulang kuasa produksi pesan, sekaligus menjadi ruang artikulasi identitas, advokasi hak, dan perlawanan terhadap stigma. Namun, praktik partisipasi tersebut masih dihadapkan pada berbagai hambatan struktural, mulai dari keterbatasan akses teknologi yang tidak ramah difabel, keterbatasan sumber daya dan pendanaan, hingga belum kuatnya dukungan kebijakan media yang inklusif.

Dalam pidato akademiknya, Ikrima menegaskan “Partisipasi difabel tidak akan pernah mencapai bentuknya yang paling maksimal tanpa komitmen kolektif untuk meminimalkan hambatan yang membatasi mereka.” Disertasi ini juga memperkenalkan Model Pohon Partisipasi Media Difabel, yaitu kerangka konseptual yang menempatkan aspek aksesibilitas, kesetaraan, afirmasi kebijakan, dan partisipasi bermakna sebagai akar dari proses demokratisasi media yang inklusif. Pada akhir sidang Ikrima Nurfikria dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai Doktor Ilmu Komunikasi ke-159 sekaligus Doktor perempuan ke-82 dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI. (MAP)