DEPOK,
Departemen Ilmu Komunikasi, Program Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia kembali meluluskan seorang doktor lewat Sidang Promosi Doktor yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 14.00–16.00 WIB, bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono (AJS), Gedung F Lantai 2, Kampus FISIP UI Depok. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Ricardi S. Adnan selaku Ketua Sidang. Tim Promotor terdiri dari Prof. Dr. Billy K. Sarwono, M.A. dan Dr. Camelia Catharina L.S., M.Si. sebagai ko-promotor. Turut hadir sebagai penguji adalah Prof. Dr. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Prof. Francisia SSE Seda, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Donna Asteria, M.Hum., Dr. Irwansyah, M.A., dan Whisnu Triwibowo, M.A., Ph.D.
Wayan Weda Asmara Dewi sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Interplay Struktur dan Agensi pada Komunikasi Lingkungan dalam Konteks Gentrifikasi Turisme.” Disertasi ini mengkaji bagaimana praktik komunikasi lingkungan direproduksi dan dinegosiasikan melalui relasi antara struktur adat dan agensi masyarakat lokal di tengah gentrifikasi pariwisata. Penelitian dilakukan di Desa Adat Padangtegal, Bali dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus instrumental yang melibatkan kelompok masyarakat, organisasi lingkungan, dan pemerintah.
Temuan riset menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan di desa tersebut tidak hanya menjadi alat penyampai informasi, tetapi juga menjadi proses pragmatis dan konstitutif yang mampu membentuk makna serta memengaruhi perubahan perilaku kolektif. Nilai-nilai lokal, seperti Tri Hita Karana menjadi landasan penting dalam tindakan kolektif masyarakat dan aturan adat pararem terbukti bersifat dinamis melalui interplay antara struktur dan agensi.
Dalam pidato akademiknya, Wayan menegaskan, “Permasalahan lingkungan ini tidak hanya dilihat secara strategi top-down yang hanya dilakukan pemerintah. Saya melihat bahwa kita sebagai masyarakat bisa menjadi agensi dalam melakukan perubahan melalui praktik komunikasi lingkungan secara bottom-up.”
Disertasi ini memperkaya Teori Strukturasi dengan menambahkan pentingnya tindakan kolektif berbasis nilai lokal sebagai kekuatan sosial yang mendorong keberlanjutan lingkungan. Dari sisi praksis, desa adat tampil sebagai aktor strategis dalam merancang dan mempertahankan kebijakan pengelolaan sampah yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. Pada akhir sidang Wayan Weda Asmara Dewi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai Doktor Ilmu Komunikasi ke-160 sekaligus doktor perempuan ke-83 dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI. (MAP)






